Tampilkan postingan dengan label Cerita Pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Pendek. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juni 2012

Cerpen Persahabatan : Perkemahan Terakhir Nina


Aku berdiri di samping makam Nina, sahabat terbaikku sejak sekolah menengah pertama. Dia cewe’ berparas cantik, berwawasan luas, lucu, dan cepat bergaul.  Aku tidak menyangka, dia lebih dahulu dipanggil Tuhan ke Surga.

Aku selalu ingat saat-saat bahagia bersamanya, kenangan itu sangat banyak terutama perkemahan terakhirku dengannya. Beberapa bulan yang lalu, sekolah kami mengadakan Perkemahan di daerah Puncak, Bandung. Tentu saja seluruh siswa antusias terutama Nina, dia adalah cewe’ paling bersemangat yang pernah aku temui. Diperkemahan itu, kami bertemu Kak Jojo, dia kakak pembina pramuka yang ikut membimbing acara perkemahan. Kak Jojo meamang tampan dan berwibawa, sejak awal bertemu, aku sudah jatuh hati kepadanya. Kak Jojo pun selalu bersama aku dan Nina. Aku selalu bercerita tentang Kak Jojo pada Nina dan Nina selalu memberiku saran yang baik. Nina tahu apa yang membuat aku senang, dia menghiburku saat aku sedih, dan dia seperti ragaku ketika aku tak kuat menghadapi cobaan.

Tiga hari perkemahan telah berlalu dengan bahagia sampai akhirnya kejadian itu terjadi. Kak Jojo mengajak Nina jalan-jalan di hutan dan aku mengizinkannya mengingat aku masih memasak mie. Diperkemahan, tanpa Nina, aku dan teman sekelasku bernyanyi dan bermain tebak kata. Tiba-tiba Kak Jojo datang menggendong Nina, ada apa dengan Nina?

Minggu, 02 Oktober 2011

Cerpen Pendidikan : Harapan yang Bersinar Kembali


 Di sebuah kota yang maju dan padat, gedung-gedung yang menjulang tinggi pencakar langit. Rumah-rumah elit berjajar bagaikan istana dalam kompleks. Orang-orang kaya tinggal di kota tersebut. Terkecuali Rara, Riri dan Bundanya, Ayahnya telah meninggal sejak 4 tahun lalu karena kecelakaan pesawat terbang.
Rara dan Riri adalah saudara kembar. Mereka sekolah di SMP Halilintar, mereka adalah siswi paling pandai di sekolahnya. Tapi itu dulu, sekarang mereka tak lagi menuntut ilmu karena tuntutan biaya yang mahal, padahal mereka hanyalah keluarga yang tak mampu.
“Bun…, aku bantu nyiapkan sarapan, ya …?!!?” tanya Rara.
“Aduch… telat Ra, semuanya sudah siap.” jawab Bu Lisa, Bunda Rara dan Riri.
“Bunda …, selalu gak nyisain pekerjaan untuk kami sich…” kata Riri.

Cerpen Persahabatan : Sebungkus Kuning untuk Maya

“Kring.. kring.. kring..” suara HP Aura. Tepat pukul 00.00, Aura terbangun dan segera mengambil HP nya. Hari itu, sahabat Aura yang bernama Maya berulang tahun. Aura ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan “Selamat ulang tahun”. Dia tulis ucapan selamat dengan sepenuh hati walaupun pikirannya masih jauh melayang ke mana-mana. Ketika SMS tersebut siap, pikiran Aura sudah tidak pada HP tersebut, ternyata Dia telah tertidur pulas dan lupa mengirimkan SMS.
Fajar pagi mulai menyapa Aura. Dengan terpaksa dia mengakhiri masa lelapnya dan segera mengambil HP di bawah bantal. Dia merasa telah menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pada Maya. Namun, setelah dia melihat HP nya, Aura sadar bahwa SMS yang ketiknya belum terkirim. Aura segera mengirim SMS tersebut dan berharap masih bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan “selamat ulang tahun” pada Maya.
Hari itu, tepatnya tanggal 6 Juni 2010, Aura berfikir. Dia telah memikirkan kejutan untuk Maya tetapi kejutan itu gatot alias gagal total. Aura tak tahu lagi apa yang harus Dia berikan pada Maya. Apakah Aura harus mencuri uang Mamanya untuk membeli hadiah? atau Aura hanya mengucapkan selamat pada Maya.