Minggu, 02 Oktober 2011

Cerpen Persahabatan : Sebungkus Kuning untuk Maya

“Kring.. kring.. kring..” suara HP Aura. Tepat pukul 00.00, Aura terbangun dan segera mengambil HP nya. Hari itu, sahabat Aura yang bernama Maya berulang tahun. Aura ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan “Selamat ulang tahun”. Dia tulis ucapan selamat dengan sepenuh hati walaupun pikirannya masih jauh melayang ke mana-mana. Ketika SMS tersebut siap, pikiran Aura sudah tidak pada HP tersebut, ternyata Dia telah tertidur pulas dan lupa mengirimkan SMS.
Fajar pagi mulai menyapa Aura. Dengan terpaksa dia mengakhiri masa lelapnya dan segera mengambil HP di bawah bantal. Dia merasa telah menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat pada Maya. Namun, setelah dia melihat HP nya, Aura sadar bahwa SMS yang ketiknya belum terkirim. Aura segera mengirim SMS tersebut dan berharap masih bisa menjadi orang pertama yang mengucapkan “selamat ulang tahun” pada Maya.
Hari itu, tepatnya tanggal 6 Juni 2010, Aura berfikir. Dia telah memikirkan kejutan untuk Maya tetapi kejutan itu gatot alias gagal total. Aura tak tahu lagi apa yang harus Dia berikan pada Maya. Apakah Aura harus mencuri uang Mamanya untuk membeli hadiah? atau Aura hanya mengucapkan selamat pada Maya.
Aura sangat bingung dan tanpa arah ingin melakukan apa. Selang beberapa waktu, Aura sadar bahwa besok ada UAS. Dia segera belajar dan sedikit tidak memikirkan Maya.
Keesokan harinya, dengan hati gelisah Aura berangkat sekolah. Aura tak bicara apapun tentang ulang tahun Maya. Tak seperti biasanya yang paling heboh sendiri, Dia hari itu pendiam. Entah apa yang difikirkan, bahkan Aura sendiri tak tahu apa yang difikirkannya.
Bel masukpun berbunyi, Aura segera duduk di bangkunya. Ujian berlangsung dengan sunyi. Aura berusaha untuk mengerjakan soal yang bias dibilang sangat mbuleti nyingseti.
Saat istirahat, Maya datang ke kelas Aura. Maya menceritakan Kak Keke yang menguncapkan “selamat ulang tahun” pada pukul 00.02. Betapa kecewanya Aura yang tak berhasil mengucapkan “selamat ultah” untuk yang pertama. Aura pendam rasa itu sehingga Maya tak tahu apa yang difikirkan Aura.
Jam pulangpun tiba, Aura, Maya, Eka dan teman-teman yang lain pulang bersama. Dalam perjalanan, Maya masih saja menceritakan Kak Keke. Huh….. sebel buangeetz Si Aura, kalian tahukan gimana rasanya!!
Dua hari berikutnya, Maya menemui Aura diruangnya. Aura mulai senang dengan kehadiran Maya. Tetapi kenyataan berbeda, Maya hanya menceritakan hadiah yang diberikan Kak Keke kepadanya. Aura semakin bingung ingin melakukan apa. Bahkan akhir-akhir ini, Maya selalu bermain dengan Rosa. Maya tak pernah lagi mengajak Aura jalan-jalan. Aura sedih banget, dia mulai muak dengan Maya yang hanya menjadikan Aura sahabat sesaat.
Pada malam hari itu, Aura sudah tak bisa menahan rasa hatinya yang sangat kecewa. Dia kirim SMS kepada Maya dan mengeluarkan isi hatinya yang sudah Aura pendam sekian lama.

”D’ maaf aku bilang seperti ini. Aku sudah g’ bisa lagi menahan ini d’. D’ sebenarnya, aku ini siapa dimata Adegh. Adegh sadar g’ sich, Adegh tuch udach nyakitin aku. Adegh jalan bareng Rosa tanpa peduli aku. Pagi-pagi adegh ama aku, nanti saat Rosa datang, Adegh g’ peduli aku lagi dan segera jalan ma Rosa. Aku g’ tahan lagi d’. Adegh sahabatku g’ sich.”

Entah apa yang difikirkan Maya setelah membaca SMS itu. Selang beberapa waktu, HP Aura berbunyi. Maya meminta maaf pada Aura, Dia berjanji tak mengulanginya lagi. SAHABAT FOREVER !!
Hari-hari setelah Maya mengatakan bahwa Kak Keke memberi hadiah, Aura menjadi berusaha untuk memberi hadiah juga. Aura bertanya- tanya tentang benda favorit Maya. Aura tahu bahwa Maya suka dengan Spongebob, maka Aura memutuskan untuk memberi Maya boneka Spongebob untuk hadiah ulang tahun.
Setiap harinya, Aura diberi uang saku Rp. 10.000,00. Karena ingin membeli boneka Spongebob, Aura menyisihkan separuh uang sakunya untuk membeli boneka itu. GILA, laper banget Si Aura..!! J
Pada hari Senin tanggal 14 Juni, Aura pergi untuk membeli boneka Spongebob. Dia sangat yakin bahwa Maya akan senang dengan boneka itu. Kuning dengan bintik-bintik hijau, sepatu hitam dan senyum gila tengah menetap di boneka tersebut. Hari itu, Aura meminta Wahyu untuk mengantarkannya ke toko besok. Wahyu pun juga tidak keberatan.
Keesokan harinya, Aura membujuk Maya untuk tak ikut berbelanja ke An_Naja. Setelah terjadi pertengkaran kecil, akhirnya Maya mau menunggu. Aura tunggu Wahyu dengan sabar. Sudah lama Aura menunggu, namun Wahyu masih belum datang. Dengan hati kecewa Aura pergi bersama Wulan. Akhirnya, Aura telah memilih bungkus untuk hadiahnya. Mereka pun pulang menemui Maya.
Maya dan Eka telah menunggu lama. Mereka pun pulang naik line Q jurusan Ploso. Saat di perjalanan, datang dua orang pria yang wajahnya tak asing lagi buat Eka, Widha, dan teman-teman lainya. Mereka adalah komplotan pencopet. Eka mencoba memperingatkan teman-temannya, Dia juga coba menakut- nakuti pencopet itu. Saat pencopet itu turun, mereka memeriksa barang bawaan. Ternyata HP Maya kecopetan, segera mereka turun dari line dan segera menghubungi polisi. Mereka berpencar untuk bertanya kepada masyarakat sekitar. Tiada yang mengetahui kecuali orang- orang yang berada di penyervisan radiator. Mereka berkata bahwa pencopet itu dijemput mobil Panther berplat B. Sudah tiada lagi harapan menemukan HP Maya. Anehnya, mata Aura berkaca-kaca menghadapi kenyataan pahit ini, walaupun Maya tak sedikitpun menangis atau sedih.
Sampai di rumah, Aura segera membungkus hadiahnya dan menulis pesan.
“d’ ini juga sebagai tanda ‘soory’ karena aku g’ bisa nangkep pencopet itu. Aku janji d’ akan menangkap pencopet itu walau itu berbulan – bulan lagi”
Aura simpan hadiah itu di lemari agar orang tuanya tak mengetahui hadiah tersebut. Dia masih mencoba menghubungi nomer HP Maya, seandainya masih aktif. Namun setelah dideteksi, nomer Maya tak diketahui keberadaannya. Aura sedih sekali karena tak bisa menangkap pencopet yang telah mencuri HP sahabatnya. Dia berharap agar hadiahnya bisa meredakan sedih sahabatnya.
Namun keesokan harinya, Maya telah memiliki HP baru. Aura menjadi sedikit tak PD untuk memberikan hadiahnya. Dia tak menyangka kalau Maya telah memiliki HP baru lagi. Aura bingung ingin memberikan hadiah itu atau tidak.
Tanggal 18 Juni, Aura memantapkan keinginannya untuk memberikan hadiahnya pada Maya. Aura deg – degkan, dia takut Maya tak suka dengan hadiahnya.
Aura bertemu Maya dan memberikan tas di tangan Maya. Maya sangat senang dengan hadiah Aura, apa lagi setelah membuka hadiah itu. Maya sangat menyukai boneka Spongebob yang diberi Aura. Aura pun juga ikut senang karena hadiahnya disukai Maya.
Jam pulang tiba, Aura, Maya, Eka dan teman – teman lainnya pulang. Mereka berharap bertemu dengan pencopet HP Maya. Aura telah membawa kantung kresek, selotip dan kertas untuk mengerjai pencopet itu. Eka pun juga membawa tali, namun lucunya tali yang dibawa Eka adalah tali pramuka. Mereka berdoa bersama agar bertemu pencopet tersebut. Akhirnya mereka sampai di Ploso, pupus sudah harapan mereka untuk menangkap pencopet itu. Mungkin ini memang jalan takdir mereka, belum bisa menangkap pencopet. Aura juga sangat kecewa karena dia belum bisa menepati janjinya. Tapi, Aura yakin bahwa suatu saat dia pasti bisa menepati janjinya pada Maya. Amien...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar